Konsep Routing & Implementasi DHCP Server
Prinsip kerja static routing, default gateway, alokasi IP pool otomatis dengan DHCP Server dan DHCP Relay.
1. Konsep Dasar Routing & Tabel Routing MikroTik
Routing adalah proses menentukan jalur terbaik (path determination) untuk meneruskan paket data dari satu jaringan (Network ID) ke jaringan lain yang berbeda segmen melalui perangkat perantara (Router).
Pada MikroTik RouterOS, setiap keputusan penerusan paket didasarkan pada Routing Table yang dapat dilihat pada menu IP
→ Routes.
Flag Status pada Tabel Routing MikroTik:
D(Dynamic): Rute yang dibuat secara otomatis oleh sistem (misalnya rute jaringan yang terhubung langsung atau dari DHCP Client/OSPF).A(Active): Rute yang saat ini aktif digunakan untuk meneruskan paket data.S(Static): Rute yang ditambahkan secara manual oleh administrator jaringan.C(Connect): Rute jaringan lokal yang terhubung langsung (Directly Connected Network) ke port interface router.U(Unreachable): Rute yang gateway-nya tidak dapat dijangkau.

2. Parameter Pokok Routing Statis
Saat menambahkan rute statis (/ip route add), kita wajib memahami parameter berikut:
- Dst. Address (Destination Address):
- Alamat network tujuan beserta subnet mask-nya (contoh: 192.168.20.0/24).
- Jika ditujukan untuk seluruh internet, gunakan Default Route: 0.0.0.0/0.
- Gateway:
- Alamat IP dari interface router tetangga (Next-Hop Router) atau nama interface lokal yang terhubung langsung ke router tujuan.
- Distance (Administrative Distance):
- Nilai prioritas rute (semakin kecil nilainya, semakin tinggi prioritasnya).
- Default Static Route bernilai 1. Jika kita memiliki 2 jalur ISP (ISP Utama dan ISP Cadangan), kita bisa mengatur ISP Utama dengan distance=1 dan ISP Cadangan dengan distance=2 untuk mekanisme Failover otomatis.
- Scope & Target Scope:
- Menentukan kedalaman resolusi pencarian gateway rekursif (recursive routing lookup).
3. Studi Kasus Routing Statis Antar 2 Router (Inter-Router Routing)
[LAN 1: 192.168.10.0/24] [LAN 2: 192.168.20.0/24]
│ │
(ether2: .1) (ether2: .1)
┌──────────────┐ ┌──────────────┐
│ ROUTER 1 │(ether1: .1) (ether1: .2)│ ROUTER 2 │
│ (MikroTik A) ├──────────────┬───────────────┤ (MikroTik B) │
└──────────────┘ │ └──────────────┘
[LINK: 10.10.10.0/30]
Konfigurasi pada Router 1 (MikroTik A):
Agar client di LAN 1 (192.168.10.0/24) dapat berkomunikasi dengan client di LAN 2 (192.168.20.0/24):
/ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=10.10.10.2
Konfigurasi pada Router 2 (MikroTik B):
Agar client di LAN 2 dapat membalas paket ke LAN 1:
/ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=10.10.10.1

4. Konfigurasi DHCP Server Lanjutan & Fitur Keamanan
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) bertugas membagikan konfigurasi IP, Subnet Mask, Gateway, dan DNS secara dinamis kepada client.
1. Static DHCP Lease (Make Static / Binding IP to MAC)
Dalam jaringan sekolah/perusahaan, perangkat seperti Server, Printer Jaringan, dan CCTV harus memiliki IP yang tetap (static) agar mudah diakses, namun tetap praktis dikelola dari DHCP Server:
- Buka menu IP
→\( DHCP Server \)
→ pilih tab Leases.
- Cari perangkat yang ingin dijadikan permanen (lihat MAC Address atau Hostname-nya).
- Klik kanan pada baris perangkat tersebut $
→ Pilih Make Static.
- Klik ganda pada baris tersebut untuk mengubah alamat IP ke angka yang diinginkan.
- (Opsional Keamanan) Aktifkan opsi Address ARP pada interface LAN agar hanya perangkat yang terdaftar di DHCP Lease yang dapat berkomunikasi.

2. DHCP Snooping & Mencegah Serangan Rogue DHCP Server
Rogue DHCP Server adalah server DHCP liar (misalnya siswa yang sengaja menyalakan fitur hotspot/router pribadi di lab) yang membagikan IP salah dan menyebabkan seluruh komputer lain gagal internetan.
- Pencegahan: Aktifkan fitur DHCP Snooping pada Switch/Bridge MikroTik dan tandai port yang menuju ke Router Utama sebagai Trusted Port, sedangkan seluruh port client sebagai Untrusted Port.
5. Konfigurasi DHCP Client di MikroTik (Menerima IP Otomatis dari ISP)
Jika modem ISP (seperti IndiHome atau Biznet) membagikan IP secara otomatis (DHCP):
- Buka menu IP
→ DHCP Client, lalu klik tombol tambah [+].
- Interface: Pilih
ether1-INTERNET. - Use Peer DNS:
Yes(menggunakan DNS dari ISP). - Use Peer NTP:
Yes. - Add Default Route:
Yes(otomatis menambahkan default route0.0.0.0/0ke gateway ISP). - Klik OK. Router akan langsung memperoleh IP status Bound.